Sun Jihai, Pemain China Pertama Manchester City

Sun Jihai ; lahir 30 September 1977 di Dalian, Liaoning, saat ini bermain untuk Klub China Shaanxi Chanba dan juga sebagai pemain timnas RRC sebagai pemain bertahan atau sebagai gelandang.
Keunggulan Sun Jihai sebagai pemain sepakbola adalah kecepatan, kekuatan fisik, umpan bola crossing dan kemampuan utuk membantu serangan melalui sayap.
Sun adalah pemain serba bisa karena dapat bermain dalam beberapa posisi seperti pemain bertahan murni, gelandang tengah serta pemain bertahan sayap dan gelandang sayap. Sun menjadi salah satu pemain penting dalam timnas China

Pada tahun 2002, Sun bermain untuk Manchester City dengan transfer dari klubnya Dalian senilai 2 juta Poundsterling. Penampilan pertamanya bagi Mancity melawan Conventry City dengan kemenangan 4-2.
Sun Jihai menikmati kesuksesan kariernya di Liga Premier Inggris. Kemampuannya dalam bertahan sekaligus kemampuan membantu serangan mendapat banyak perhatian pengemar klub Manchester City. Sun terpilih sebagai Pemain terbaik Bulanan Manchester City edisi bulan September 2002.
Pada bulan Oktober 2002, Sun menjadi pemain China pertama yang mencetak gol pada Liga Premier Inggris, ketika dia mencetak gol dengan sundulan pada kemenangan 2-0 atas Birmingham FC.
Pada awal tahun 2004-2005, Sun mengalami cedera ligamen karena tekel keras dari pemain Chelsea - Eidur Gudjohnsen dan absen hingga akhir musim. Setelah melalui pemulihan oleh ayahnya, akhirnya Sun berhasil pulih kembali dan mulai berhasil kembali ke posisi pemain starter.
Sun kembali cedera pada musim 2006-2007 dan kembali pulih dan bermain pada 10 Februari 2007 melawan Portsmouth FC dengan kekalahan 2-1.
Dengan dikontraknya Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih baru Manchester City, Sun kemudian jarang dimainkan di musim 2007-2008, dan posisinya di sayap kanan bertahan diambil oleh Vedran Corluka dan posisi bertahannya diambil oleh Michael Ball.

Kiper Bert Trautmann, Kiper Brutal Sepanjang Masa

Diantara pesepakbola brutal sepanjang sejarah. Bert Trautmann berada pada urutan nomor wahid. Kiper Manchester City ini tetap menjaga gawangnya meski dengan leher patah.
Trautmann dikenal sebagai pesepakbola keras karena latar belakangnya sebagai seorang tentara. Sebenarnya kiper legendaris Mancester City ini merupakan orang Jerman. Ia menjadi tawanan Inggris ketika Jerman kalah perang.

Ketika bebas pada tahun 1948, ia menolak untuk kembali ke Jerman, sebaliknya lebih memilih menetap di Lancashire Inggris dan menjadi pekerja di pertanian. Di sela kesibukannya ia juga bermain sepakbola sebagai penjaga gawang untuk tim sepakbola lokal, ST Helens Town.

Di klub tersebut pria bernama lengkap Bernhard Carl “Bert” Trautmann ini memiliki reputasi yang bagus sebagai penjaga gawang, sehingga menarik perhatian klub Mencester City. Ia dikontrak City pada Oktober 1949 yang saat itu bermain di divisi pertama sepak bola Inggris. Pria kelahiran 22 Oktober 1923 ini bermain untuk City hingga tahun 1964.

Pada awal masuk ke City, Trautman ditentang habis-habisan. Sekitar 20 ribu pendukung City melakukan protes dan meminta klub membatalkan kontrak dengan mantan tentara Jerman ini. Tapi semua itu bisa dilaluinya dengan aman, apalagi setelah mampu menunjukkan totalitasnya di bawah mistar gawang City. Selama 25 tahun membela City, Trautmann tampil di 545 pertandingan.

Puncak dari dedikasinya terhadap Mancester City adalah ketika final piala FA di Wembley tahun 1956 melawan Brimigham City. Sekitar 15 menit sebelum pertandingan berakhir, sebuah insiden terjadi di depan gawang, ketika mencoba menyelamtakan bola, Trautmann terjatuh di kaki Peter Murphy pemain Brimigham yang mencoba mencetak gol. Tendangan Murphy mampu diblok Traumant, bola berhasil diselamatakan, tapi tendangan itu juga mengenai lehernya. Trautmann pun cedera.

Tapi Trautmantt mengabaikan cedera lehernya itu. Ia tetap melanjutkan permainan. Dengan leher patah ia menjaga gawang City agar tidak kebobolan. Meski cedera ia berhasil melakukan berbagai penyelamatan, hingga gawangnya tidak kebobolan. Akhirnya Manchester City menang atas Brimingham City dengan skor 3-1.

Usai pertandingan, ketika pengalungan medali, Trautmannt baru menyadari lehernya kesakitan. Ia dilarikan ke rumah sakit, setelah dpindai diketahui bahwa lima bagian otot leher Trautmann patah. Sejak itulah ia dianggap sebagai pesepakbola paling brutal dalam sejarah karena mampu bermain dengan leher patah.

Karena dianggap berjasa terhadap sepakbola dan pemulihan hubungan antara Jerman dan Inggris usai perang melalui sepakbola, maka Trautmann diberikan penghargaan Officer of the British Empire (OBE) oleh Kerajaan Inggris. Penghargaan yang biasanya diberikan kepada perwira militer.

Trautman lahir di Breme pada Oktober 1923 dengan nama lengkap Bernhard Carl “Bert” Trautmann. Sebenanya ia bernama asli “Bernd”, namun ia menggunakan kata “Bert” untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat Inggris.

Masa mudanya Trautmann pernah bergabung dengan tentara Jerman pada perang dunia II sebagai penerjung payung. Ia berperang di front timur selama tiga tahun. Selama perang itu ia memperoleh lima medali kemiliteran.

Menjelang berakhir Perang, ia ditugaskan di front barat di Perancis. Saat berperang di front inilah Trautmann ditangkap tentara Inggris. Ia ditahan di Lancashire dan baru dibebaskan pada tahun 1948.

Juara Bertahan yang Terdegradasi

Di musim 1937-1938 Manchester City terdegradasi ke divisi II, kendati mencetak gol lebih banyak dari tim manapun di liga. Peristiwa ini dikaitkan dengan typical City syndrome. City menjadi satu-satunya juara bertahan yang terdegradasi dalam sejarah sepak bola Inggris.
Setelah satu musim di Divisi II, akhirnya liga dihentikan karena terjadinya Perang Dunia II. Selama periode enam tahun, Liga Perang diperkenalkan, namun hal ini hanya bertujuan sebagai olahraga hiburan yang ditujukan untuk memberikan semangat kepada seluruh rakyat di kota-kota di seluruh Inggris. Beberapa pemain memilih untuk bermain untuk City selama perang dan beberapa bermain sebagai tamu untuk tim lain seperti Frank Swift. Sedangkan Jackie Bray bergabung dengan Angkatan Udara Inggris, Royal Air Force pada tahun 1940 untuk ikut membantu perang dan dianugerahi Medali Kerajaan Inggris karena jasa-jasanya selama perang.
20 tahun kemudian, Manchester City yang terinspirasi kan taktik bernama Revie Plan berhasil masuk final Piala FA 1955. Mereka kalah di final melawan Newcastle United, tapi tahun berikutnya mereka menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Birmingham di final 3-1. Partai final tahun 1956 ini termasuk partai final Piala FA yang dikenang orang banyak karena di pertandingan itu kiper City, Bert Trautmann, terus bermain walaupun mengalami patah tulang leher.
Setelah itu City tenggelam dan baru muncul ke permukaan saat Joe Mercer dan Malcolm Allison ditunjuk untuk menjadi duo manajer klub pada tahun 1965.

11 Fakta Menarik Manchester City

1. Pemain tertua di tim ini adalah John Burridge, sang kiper. Dia berusia 43 tahun saat ia masuk sebagai kiper pengganti ketika Manchester City bermain melawan Newscastle United pada 29 April 1995.

2. Pada tahun 1906, hanya beberapa tahun dari kemenangannya pada Piala FA, sebgaian besar pemainnya diskors karena kasus penyimpangan keuangan yang terjadi. Namun, tidak banyak yang diketahui dari kasus ini. Tapi yang pasti 17 pemain diskors dan itu sangat mengganggu kemampuan tim untuk berkompetisi.

3. Pada tahun 1937-1938, Manchester City merupakan satu-satunya klub yang berhasil memegang selisih gol hanya 80-77.

4. Putaran tersukses bagi Manchester City ialah tahun 1969-1970, ketika mereka memenangkan Piala FA (1969), European Cup Winners’ Cup (1970), dan Piala Liga (1970).

5. Manchester City hanya memiliki dua kali rekor transfer di Inggris, yaitu: Steve Daley dari Wolverhampton Wonderes (1979) dengan uang sebesar 1.180.000 poundsterling dan yang kedua adalah Robinho dari Real Madrid (2008) dengan uang sebesar 32.500.000 poundsterling.

6. Pemain termuda yang pernah bermain di Manchester City adalah Glyn Pardoe yang berusia 15 tahun pada tahun 1962 ketika melawan Brimingham City.

7. Manchester City memenangkan Piala FA pertama kalinya pada tahun 1904.

8. Manchester City pernah hanya sekali memenangkan The Old European-Cup Winners’ Cup di tahun 1970 ketika Joe Mercer menjadi Manager tim.

9. Manchester City mencetak skor lebih dari 100 gol pada tahun 1957-1958, hanya 100 gol yang diakui pada musim yang sama.

10. Pada 7 tahun pertama dalam sejarah mereka, mereka dikenal dengan nama Ardwick FC.

11. Eric Brook menjadi pencetak angka terbaik di Manchester City dengan jumlah gol 178 dari 494 pertandingannya.

Manchester City Memiliki Mushola

Manchester City banyak berubah dalam tata kelola klub sejak dibeli pengusaha Sheikh Mansour Zayed Al Nahyan dari Thaksin Sinawatra pada 2008. Selain berhasil mengubah status klub medioker menjadi penghuni papan atas Liga Primer Inggris, Mansour juga tidak melupakan aspek religiusitas.

Dikutip Prayermagazine.net belum lama ini, the Citizen menyediakan ruang ibadah khusus di Stadion Etihad untuk para pemain. Kebijakan pengusaha berusia 42 tahun asal Uni Emirat Arab itu dimaksudkan agar penggawa the Citizens bisa menjalankan ritual agamanya.

City adalah salah satu klub yang dihuni pemain dari berbagai macam negara, ras, dan agama berbeda. Di klub asuhan Roberto Mancini itu, terdapat empat pemain Muslim, yaitu Edin Dzeko, Samir Nasri, serta dua saudara Kolo dan Yaya Toure.

Sayangnya, kendala muncul lantaran ruang ibadah itu digunakan campur antara penganut Kristiani dan Islam. Namun Pendeta Rev Chris Howitz tidak terlalu mempolemikkan hal itu. Ia berharap, ruang ibadah itu dapat membuat pemain City bisa bermain bagus di lapangan. "Doa saya adalah bahwa Tuhan akan menunjukkan jalan besar bagi mereka di lapangan," katanya.

Masalah muncul ketika mantan pendeta Tony Porter--yang tugasnya digantikan Howitz--yang mengabdi untuk City meletakkan gambar Yesus Kristus di dalam ruang ibadah itu.

Namun langkah itu diprotes para pemain Muslim yang tidak ingin gambaran sosok Nabinya dipasang di ruangan yang dianggap sebagai mushala karena bisa memunculkan kerancuan.

"Ada beberapa pemain Muslim yang memanfaatkan ruangan khusus itu (untuk beribadah)

8 Pemain Muslim Manchester City

1. Habib Kolo Toure
Kolo Habib Touré (lahir di Bouake, Pantai Gading, 19 Maret 1981; umur 31 tahun) merupakan pemain sepak bola profesional berkebangsaan Pantai Gading yang bermain sebagai bek tengah untuk Manchester City di Liga Primer Inggris dan tim nasional Pantai Gading.
Touré mengawali karier di ASEC Mimosas. Ia juga pernah bermain untuk Arsenal sebelum bergabung dengan Manchester City. Touré merupakan kakak kandung dari Yaya Touré, yang juga rekan satu timnya di Manchester City.

2. Gnegneri Yaya Toure
Gnégnéri Yaya Touré (lahir di Sekoura Bouaké, Pantai Gading, 13 Mei 1983; umur 29 tahun) adalah pemain sepak bola Pantai Gading yang bermain sebagai pemain tengah untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester City dan tim nasional sepak bola Pantai Gading.
Touré dikenal atas perpaduan kecepatan, kemampuan passing, kekuatan fisik dan teknik yang dimilikinya. Ia merupakan seorang pemain serbaguna. Ia pernah ingin menjadi striker selama masa mudanya, dan pernah bermain sebagai bek tengah, termasuk saat bermain untuk untuk FC Barcelona di Final Liga Champions UEFA 2009. Ia sering bermain sebagai gelandang box-to-box dan sering beralih dari posisi defensif dan ofensif sepanjang pertandingan. Touré memulai karirnya bermain di klub ASEC Mimosas, Pantai Gading, yang mana ia melakukan debutnya saat berusia 18 tahun.

3. Samir Nasri
Samir Nasri (lahir di Marseille, Perancis, 26 Juni 1987; umur 25 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair yang berposisi sebagai gelandang serang. Saat ini ia bermain untuk Manchester City di Inggris dan untuk tim nasional Perancis.

4. Edin Dzeko
Edin Džeko lahir di Sarajevo, Yugoslavia, 17 Maret 1986; umur 26 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola profesional berkebangsaan Bosnia-Herzegovina yang bermain sebagai penyerang untuk Manchester City F.C. di Liga Primer Inggris dan timnas Bosnia & Herzegovina.

5. Karim Rekik
Karim Rekik (lahir di Den Haag, 2 Desember 1994; umur 18 tahun) adalah seorang pemain sepak bola berkewarganegaraan Belanda keturunan Tunisia yang bermain untuk klub Manchester City biasa bermain pada posisi bek.
Rekik memulai karier juniornya di klub SVV Scheveningen, Feyenoord dan Manchester City kemudian memulai karier seniornya di klub tersebut sejak tahun 2011 yang sempat meminjamkannya ke Portsmouth pada tahun 2012.

6.Abdisalam IbrahimAbdissalam Abdulkadir Ibrahim (lahir di Mogadishu, 1 Mei 1991; umur 21 tahun) ialah pemain sepak bola yang berasal dari Norwegia yang bermain untuk Strømsgodset dalam masa peminjaman dari Manchester City F.C

7. Mohammed Abu
Mohammed Abu (lahir di Accra, 14 November 1991; umur 21 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Ghana yang saat ini bermain untuk Rayo Vallecano sebagai gelandang, dalam status pinjaman dari Manchester City F.C

8. Abdul Razak 
Abdul Razak (lahir di Abidjan, 11 November 1992; umur 20 tahun) adalah pemain sepak bola asal Pantai Gading yang kini bermain untuk Manchester City dan tim nasional Pantai Gading.
Ia melakukan debut bersama Manchester City ketika ia main menggantikan David Silva di menit akhir pertandingan Liga Premier melawan West Bromwich Albion pada tanggal 5 Februari 2011

Kebaikan Manchester City kepada Manchester United

ini adalah sedikit bukti bahwa Manchester City selalu Respect terhadap Manchester United :

1. Pada tahun 1902, ketika Newton Heath (nama United kala itu) benar-benar diambang kebangkrutan dan terlilit hutang sebesar £2.000, City mencoba untuk menolong dengan memberikan sejumlah uang kepada Newton Heath, namun dana dari City tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Newton Heath dari kebangkrutan.

2. Ketika Old Trafford terkena bom oleh tentara Jerman pada Perang Dunia Ke-2,
  City mempersilahkan United untuk memakai stadion Maine Road dari tahun 1946-1949.

3. Ketika tragedi Munich pada tahun 1958 menewaskan 8 pemain United, City meminjamkan sejumlah pemainnya kepada United agar United dapat tetap berlaga di Liga Inggris.


4. Setelah tragedi Munich, UEFA menyuruh
  (bukan meminta) City untuk menggantikan
United di kejuaraan Eropa, City menolak keras perintah UEFA karena pihak City tidak ingin menghina dan menyakiti hati para suporter United yang sedang berduka

10 Derby Manchester Terbaik Sepanjang Sejarah

1. Manchester United vs Manchester City 4 – 1, Divisi Satu, 31 Agustus 1957

Derby Manchester terakhir sebelum kecelakaan pesawat Munich terjadi. Roger Byrne, Eddie Colman, David Pegg, Liam Whelan, Duncan Edwards dan Tommy Taylor semua bermain pada pertandingan tersebut, lima bulan sebelum kematian menjemput mereka pada peristiwa tragis di Jerman. Gol yang dicetak oleh Edwards, Taylor, Johnny Berry dan Dennis Viollet menjadi inspirasi bagi United pada musim itu.
2. Manchester City vs Manchester United 3 – 3, Divisi Satu, 6 November 1971

Terdapat beberapa kejadian menarik dari pertemuan ini. Sammy McIlroy pemain muda United yang masih berusia 17 tahun berhasil mencetak gol di pertandingan debutnya. Sementara itu sebuah gol indah juga diciptakan kubu City lewat kaki Colin Bell untuk menyamakan kedudukan. Beberapa penyelamatan kiper brilian Alex Stepney berhasil mematahkan peluang-peluang emas City. Francis Lee menjadikan pertandingan semakin menarik dengan gaya teatrikalnya yang meniru George Best untuk meyakinkan wasit bahwa bintang United itu telah melakukan diving.
3. Manchester United vs Manchester City 0 – 1, Divisi Satu, 27 April 1974

Hari di mana United harus terdegradasi, dan parahnya mereka kalah lewat gol mantan bintang pujaan, Denis Law yang mencetak gol cantik menggunakan tumit belakang kakinya. Aksi Law yang tidak merayakan golnya itu merupakan memori yang mengesankan dalam dunia sepakbola.
4. Manchester City vs Manchester United 5 – 1, Divisi Satu, 23 September 1989

United semestinya memulai pertandingan dengan baik sampai terjadi sebuah keributan penonton yang mengharuskan para pemain meninggalkan lapangan Maine Road. Ketika mereka kembali setelah break 10 menit, City yang baru promosi mengambil alih permainan. Satu-satunya kenang-kenangan dari perjalanan United diciptakan lewat bicycle kick Mark Hughes yang luar biasa. Alex Ferguson kemudian menggambarkan pertandingan tersebut sebagai “kekalahannya yang paling memalukan”.
5. Manchester United vs Manchester City 5 – 0, Liga Premier, 10 November 1994

Derby terbaik yang pernah dimenangkan oleh United di Premiership. Delapan hari setelah kekalahan 4-0 dari Barcelona, hasil yang mendorong penjualan besar-besaran kaos Barca ke kubu City di Manchester. Andrei Kanchelskis tampil luar biasa untuk menyenangkan pendukung United lewat sebuah hat-trick.
6. Manchester United vs Manchester City 1 – 1, Liga Premier, 21 April 2001

Puncak dari perseteruan lama antara Roy Keane dan Alf-Inge Haaland mencapai klimaksnya di Old Trafford. Permusuhan ini dimulai pada 1998, ketika kapten Keane United mengalami cedera ligamen saat dijatuhkan Haaland (yang kemudian bermain untuk Leeds). Tiga tahun kemudian Keane membuat tekel keras ke arah lutut Haaland. Keane kemudian diusir dari lapangan. Ia kemudian mengakui dalam otobiografinya bahwa tekel itu memang direncanakan untuk melukai Haaland. Dia kemudian menerima denda 150.000 Pounds dan larangan bermain di lima pertandingan.
7. Manchester City vs Manchester United 3 – 1, Liga Premier, 9 November 2002

Tiga belas tahun telah berlalu sejak City mengalahkan United terakhir kalinya di tahun 1989. Shaun Goater menjadi pahlawan pertama pasukan Kevin Keegan pada derby yang berlangsung di Maine Road itu. Nicolas Anelka kemudian menambah keunggulan setelah menaklukkan Fabien Barthez. Supersub Ole Gunnar Solskjaer akhirnya dapat memperkecil ketinggalan tiga menit kemudian.
8. Manchester City vs Manchester United 3 – 1, Liga Premier, 14 Januari 2006

City akan benar-benar menikmati pertandingan ini. Tidak hanya karena menang, namun mereka juga bisa melihat Cristiano Ronaldo diusir dari lapangan karena kartu merah. Frustrasi karena timnya tertinggal oleh gol Trevor Sinclair dan Darius Vassell, Ronaldo mengangkat kaki terlalu tinggi ke arah Andy Cole. Ia lalu diusir oleh Steve Bennett, yang sebelumnya juga mengusir Stephen Jordan karena melanggar pemain Portugis itu sebelumnya.
9. Manchester United vs Manchester City 4 – 3, Liga Premier, 20 September 2009

Pendukung City pasti berpikir mereka akan dapat mencuri poin kala Craig Bellamy mencetak gol keduanya di pertandingan sore hari itu untuk membuat kedudukan imbang 3-3 pada menit ke-90. Namun pertandingan benar-benar menjadi derby klasik saat Michael Owen menunjukkan kemampuannya untuk mencetak gol penentu ketika penonton telah menghitung sisa waktu pertandingan. Enam menit memasuki perpanjangan waktu mantan striker Inggris itu mencetak gol hasil umpan Giggs untuk membuat Old Trafford larut salam kegembiraan.
10. Manchester United vs Manchester City 1 – 6, Liga Premier, 23 Oktober 2011

Hari bersejarah bagi klub kaya raya Manchester City yang berpesta enam gol ke gawang Manchester United pada derby seru di Old Trafford untuk meraih kemenangan fantastis 6-1. Hasil ini tentu saja mengejutkan publik. Balotelli yang mencetak gol melakukan selebrasi dengan membuka kaos bertuliskan “Why Always Me?” dan menjadi Trending Topic Twitter pada waktu itu. Pendukung MU pun meninggalkan Old Traford dengan penuh kekecewaan

Marc Vivien - Foe

Marc Vivien Foe \(1 Mei 1975 - 26 Juni 2003) adalah seorang pemain sepak bola Kamerun internasional, yang bermain di lini tengah untuk klub dan Negaranya. Dengan keberhasilan di Liga Prancis, dan menjalankan tugas di Liga Premier Inggris, kematiannya yang mendadak, di tengah pertandingan Piala Konfederasi FIFA 2003. kabar ini sempat menguncang seluruh dunia, karena kematiannya yang tidak diketahui disebabkan oleh apa.

Biografi serta Karir.
 
Foe lahir pada tanggal 1 Mei 1975 di Yaoundé. Foe memulai karirnya sebagai junior dengan Divisi II Uni Garoua, sebelum pindah ke Canon Yaoundé, salah satu klub terbesar di Kamerun, di mana ia memenangkan Piala Kamerun pada tahun 1993. Debut Internasional pertamanya adalah ketika ia melawan Mexico pada September 1993 dan tahun berikutnya ia termasuk dalam skuad Kamerun untuk Piala Dunia 1994. Setelah menolak tawaran untuk bergabung dengan Auxerre sebagai trainee, ia menandatangani untuk klub lain Perancis, RC Lens dari Ligue 1. Foe membuat debut Lens nya pada 13 Agustus 1994 di kemenangan 2-1 melawan Montpellier.

Selama lima musim di Lens ia memenangkan gelar liga Perancis pada tahun 1998. Pada musim dekat ia ditargetkan oleh Manchester United, yang memiliki tawaran 3 juta poundsterling menolak negosiasi untuk lebih lanjut.
Pada tahun 1998 Foe menderita cidera saat pra-Piala Dunia dan tidak bisa membela Kamerun.
Tak lama setelah sembuh dari cedera Foe pindah ke klub Liga Utama Inggris West Ham United, yang membayar rekor klub £ 4.200.000 pada bulan Januari 1999, Ia bermain 38 pertandingan liga untuk West Ham, mencetak satu gol.

Dia pindah kembali ke Prancis untuk bermain untuk Olympique Lyonnais pada tahun 2000. Pada tahun yang sama, ia melewatkan bagian penting dari musim setelah menderita serangan malaria, setelah pulih dia pergi untuk memenangkan Piala Liga Prancis pada tahun 2001 dan gelar liga Perancis pada tahun 2002. Dia adalah bagian dari skuad Kamerun di Piala Dunia 2002. Seperti pada tahun 1994, ia bermain dalam semua pertandingan Kamerun,adanya peningkatan permainan dibandingkan dengan tahun 1994, sekali lagi mereka tersingkir di babak penyisihan grup, setelah mengalahkan Arab Saudi, seri dengan Irlandia dan kalah dari Jerman. 

Foe kembali ke Liga Utama Inggris ketika ia dipinjamkan ke Manchester City untuk musim 2002-03, Manchester City membayar biaya £ 550.000 untuk pinjaman. Dia membuat debutnya pada pembukaan musim yang menelan kekalahan 3-0 melawan Leeds United. Foe adalah orang yang dipinjam pertama yang masuk dalam skuat Kevin Keegan, mulai 38 dari 41 klub pertandingan di semua kompetisi. Gol pertamanya untuk klub tandang melawan Sunderland di Stadium of Light pada tanggal 9 Desember 2002, dan bulan berikutnya ia mencetak lima gol. Secara total ia mencetak sembilan gol untuk klub, yang paling penting tentu ketika ia mencetak gol kedunya ketika melawan Sunderland 3-0 pada tanggal 21 April 2003 di Maine Road.

Kematian Foe.
Pada bulan Juni 2003, Foe adalah bagian dari skuad Kamerun untuk Piala Konfederasi FIFA, turnamen dimainkan antara juara kontinental. Ia bermain dalam kemenangan melawan Brasil dan Turki, dan beristirahat untuk pertandingan melawan Amerika Serikat.
Pada tanggal 26 Juni 2003, Kamerun menghadapi Kolombia di semi-final, yang diselenggarakan di Stade de Gerland di Lyon, Perancis.
Pada menit ke-72 pertandingan Foe terjatuh di kotak Pinalty dan tidak ada satu orangpun yang berada didekatnya, banyak upaya untuk menyadarkan dia di lapangan, kemudian tidak berapa lama ia ditandu keluar lapangan, dia menerima oksigen dari mulut ke mulut, paramedis menghabiskan waktu 45 menit untuk mencoba memompa jantungnya, ketika tiba di pusat medis stadion ia masih mampu bernafas dan tak lama setelah itu tidak mampu bertahan lagi, tim medis tak mampu menyelamatkan hidupnya.
Sebuah otopsi pertama tidak diketahui penyebab pasti kematian, tetapi otopsi kedua kemudian mengungkapkan hypertrophic cardiomyopathy, dan menyimpulkan bahwa kematian Foe adalah serangan jantung.
Kematian Foe yang sangat cepat menyebabkan shock seluruh dunia.Foe adalah sosok rpibadi yang humoris. Thierry Henry dan pemain lain menunjuk ke langit dalam penghormatan kepada Foe setelah Henry membuka skor melawan Turki di Konfederasi Prancis semifinal Piala malam itu.
banyak cara untuk mengenang Foe, Piala Konfederasi dan Stade Gerland bisa saja berganti nama setelah dia tiada, dan mantan manajer Manchester City Kevin Keegan mengumumkan bahwa Klub tidak akan lagi menggunakan nomor 23 untuk mengenang apa yang pernah Foe berikan untuk klub.
Di halaman utama staion City, City of Manchester ada sebuah peringatan kecil untuk mengenang Foe di taman Memori Stadion dari para supporter,  di dinding terowongan terdapat banyak plak (tanda) dan dijuluki "Walk of Pride" dengan tulisan untuk "Marc Vivien Foe - 1975 - 2003".
di klub pertamanya (Racing Club de Lens) memberikan namanya kepada sebuah jalan dekat Félix Bollaert Stadium.
Olympique Lyonnais juga memutuskan untuk menarik nomor 17 yang dikenakan oleh Foe. Namun sejak transfer dari Kamerun Jean Makoun II ke Lyon, nomor 17 kemeja kembali digunakan oleh Makoun.

Beberapa Pemain Terkenal Milik Manchester City

Mengenal Sedikit Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al-Nahyan

Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan lahir pada tahun 1970, dia adalah Politikus sekaligus Milyuner dari Uni Emirat Arab dan anggota keluarga penguasa Abu Dhabi (UEA). Dia adalah saudara tiri Presiden Uni Emirat Arab saat ini (Abu Dhabi) Khalifa bin Zayed Al Nahyan. Di luar Uni Emirat Arab, ia paling dikenal sebagai pemilik Klub asal Inggris Manchester City. Lahir di uni emirat arab (Abu Dhabi), dia anak ke-5 dari Emir Abu Dhabi Zayed II dan istrinya Fatima, Mansour bin Zaid Al Nahyan lulus sekolah di tanah airnya dan berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya. Pada tahun 1993, ia menerima gelar sarjana dalam ilmu politik.


Dia diangkat sebagai Ketua Dewan Menteri untuk Pelayanan, yang dianggap sebagai entitas menteri melekat pada Kabinet, yang terdiri dari sejumlah menteri yang memimpin Departemen Layanan. Sejak tahun 2000, ia memimpin Pusat Nasional untuk Dokumentasi dan Penelitian. Pada tahun 2005, ia menjadi wakil ketua Majelis Pendidikan Abu Dhabi (ADEC), ketua Yayasan Abu Dhabi, Otoritas Pangan Abu Dhabi dan Abu Dhabi Development Funds sejak tahun 2005. Pada tahun 2006, dia diangkat sebagai ketua Departemen Kehakiman Abu Dhabi.

Pada tahun 2007, ia diangkat sebagai Ketua Yayasan Amal Khalifa Bin Zayed. Sheikh Mansour menjabat sebagai Presiden Komisaris Bank Teluk Pertama, dan sebagai anggota Dewan Pengawas Yayasan Amal Zayed dan Kemanusiaan. Sheikh Mansour telah membentuk program beasiswa bagi siswa UEA untuk belajar di luar negeri. Ia juga ketua Otoritas Pacuan Kuda Uni emirat Arab (EHRA), menekankan cintanya untuk olahraga.

Keluarga Al-Nahyan memimpin Abu Dhabi sejak 1960-an. Sheikh Mansour menikah dengan Sheikha Manal bin Mohammed bin Rashid al-Maktoum, tak lain adalah putri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Sheikh Mansour juga tercatat sebagai anggota kabinet UEA, dan terkenal sangat mencintai olahraga. Dia menjabat sebagai presiden klub sepakbola Al-Jazeera serta pacuan kuda, Emirates Horse Racing. Sheikh Mansour, yang juga anggota keluarga Al-Nahyan, pengusaha kota Abu Dhabi, diyakini memiliki kekayaan senilai 20 miliar poundsterling
(sekitar Rp 275 triliun). Namanya mencuat setelah membeli klub Manchester City, yang digelontori dana lebih dari 300 juta poundsterling (Rp 4,1 triliun).

Dibandingkan dengan kekayaannya yang melimpah ruah itu, dana suntikan ke City tersebut tidak ada apa-apanya. Namun, sikap royal dengan memboyong segudang pemain bintang ke klub Manchester City membuat banyak kalangan terkagum. Sheikh Mansour mulai memetik hasil. Selain ketenaran, City kini diperhitungkan bukan hanya di Inggris, melainkan juga di Eropa. Musim lalu, tim asuhan pelatih Roberto Mancini itu menjuarai Piala FA dan musim ini lolos ke Liga Champions meski belum meyakinkan.

Di Liga Inggris, City kini juga menjadi pesaing kuat rival sekota, Manchester United. Sheikh Mansour adalah saudara penguasa Abu Dhabi yang kaya raya sejak penemuan sumber- sumber minyak di kota itu pada 1958. Total kekayaan keluarga penguasa Abu Dhabi itu ditaksir mendekati 400 miliar poundsterling (Rp 5.482 triliun).

Biografi Sheikh Mansour bin Zayed Al NahyanSebagian besar kekayaan tersebut dihasilkan dari perusahaan minyak yang dimiliki oleh keluarga Al-Nahyan sejak tahun 1958. Jika harga minyak naik USD 1 per barrel, maka pundi-pundi uang Sheikh Mansour akan bertambah 500 juta dollar perhari! Dia merupakan direktur utama First Gulf Bank dan presiden International Petroleum Investment Company. Sumber uang Sheikh Mansour bukan hanya dari sektor minyak saja. Dia juga merupakan pemberi modal dari Hydra Properties yang dimiliki oleh Dr. Sulaiman. Hydra Properties adalah kompleks perumahan elit dengan fasilitas super mewah yang diperuntukkan bagi kalangan jet set dunia. Sheikh Mansour juga menjadi penyokong dana bagi sponsor utama liga Premier Barclay sebesar 3,5 juta pounds. Kucuran dana ini sempat mengundang perdebatan, mengingat Sheikh Mansour merupakan salah satu pemilik klub liga Premier.

Daftar Kapten Manchester City

Berikut daftar kapten klub, dimulai sejak bernama Manchester City FC
Nama Warga Negara Dari Sampai
Billy Meredith  Wales 1904 1906
Lot Jones  Wales 1906 1914
Eli Fletcher  Inggris 1919 1923
Max Woosnam  Inggris 1923 1925
Charlie Pringle  Skotlandia 1926 1928
Jimmy McMullan  Skotlandia 1928 1932
Sam Cowan  Inggris 1932 1935
Les McDowall  Skotlandia 1937 1938
Frank Swift  Inggris 1946 1947
Sam Barkas  Inggris 1947 1947
Eric Westwood  Inggris 1947 1950
Roy Paul  Wales 1950 1957
Ken Barnes  Inggris 1957 1961
Bill Leivers  Inggris 1961 1964
Johnny Crossan  Irlandia Utara 1966 1967
Tony Book  Inggris 1967 1974
Colin Bell  Inggris 1974 1975
Mike Doyle  Inggris 1975 1976
David Watson  Inggris 1976 1979
Paul Power  Inggris 1981 1986
Kenny Clements  Inggris 1986 1988
Steve Redmond  Inggris 1988 1992
Terry Phelan  Republik Irlandia 1992 1993
Keith Curle  Inggris 1993 1996
Kit Symons  Wales 1996 1998
Andy Morrison  Skotlandia 1999 2000
Alf-Inge Haaland  Norwegia 2000 2001
Stuart Pearce  Inggris 2001 2002
Ali Benarbia  Aljazair 2002 2003
Sylvain Distin  Perancis 2003 2005
Richard Dunne  Republik Irlandia 2005 2009
Kolo Touré  Pantai Gading 2009 2010
Carlos Tévez  Argentina 2010 2011
Vincent Kompany  Belgia 2011 sekarang

10 Kiper Terbaik 10 Tahun Terakhir

10. Maarten Stekelenburg

Kiper berkebangsaan Belanda yang bermain bagi Ajax dan tim nasional Belanda. Kepiawaiannya di bawah mistar gawang mampu membawa Belanda bertahan sampai di Final Piala Dunia 2010 dan perannya di timnas Belanda dianggap sejajar dengan Edwin van der Sar.

9. Shay Given

Pemain Irlandia ini bermain untuk Manchester City. Pernah bebergabung bersama untuk New Castle United di Liga Champions dan Piala UEFA. Selalu menjadi pilihan utama di Timnas Irlandia termasuk pada Piala Dunia 2006.

8. Hugo LLoris

Kiper menakjubkan ini berasal dari Perancis dan kini masih bermain di Olmpique Lyonnais. Pernah meraih predikat kiper terbaik Liga Prancis sebanyak 2 kali. Turut membawa Perancis lolos ke Piala Dunia FIFA 2010 meski hanya sampai di babak pertama.

7.Victor Valdez
Kiper Spanyol berusia 29 tahun yang bermain untuk FC Barcelona sejak tahun 2002. Sukses membawa Barcelona memenangi beberapa gelar seperti Liga champions 3 kali, 4 kali La Liga dan juga Copa Del Rey.

6. Peter Chech

Kiper berkebangsaan Republik Ceko ini selalu jadi andalan pertahanan Chelsea sejak tahun 2004. Cech menerima penghargaan sebagai Kiper Terbaik Liga Champions musim 2004/2005 , 2006/2007 dan 2007/2008. Saat ini memegang rekor di Liga Premier dengan jumlah kebobolan paling sedikit yaitu 100 gol dalam 180 penampilan liga.

5. Igor Akinfeev

Igor Vladimirovich Akinfeev merupakan seorang kiper berkebangsaan Rusia. Dia kini bermain untuk klub CSKA Moskwa. Dan mempunyai caps 20 kali di timnas Rusia.

4. Edwin van der Sar

Mantan kiper timnas Belanda dan juga bermain untuk klub Inggris Manchester United. Telah memenangkan Liga Champions dengan tim yang berbeda, dengan Ajax tahun 1995 dan Manchester United tahun 2008. Ditahbiskan sebagai Kiper terbaik Eropa pada tahun 1995.

3. Gianluigi Buffon

Gianluigi "Gigi" Buffon kiper berusia 33 tahun dan telah bermain untuk Juventus selama 10 tahun. Buffon juga merupakan kiper utama di tim nasional Italia. Ia dibeli Juventus dari Parma pada tahun 2001. Prestasi terbaiknya adalah saat mengantar Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Penghargaan yang ia dapatkan salah satunya adalah gelar Kiper Terbaik Serie A yang berhasil ia raih sebanyak delapan kali.

2. Iker Casillas

Dia adalah kiper Timnas Spanyol yang juga bermain untuk Real Madrid di La Liga. Memimpin rekan-rekannya ketika membawa Spanyol merengkuh Piala Eropa 2008 pertama sejak 44 tahun. Pada tahun 2010 juga dia memimpin Spanyol meraih juara dunia untuk pertama kalinya. Dia adalah salah satu terbaik terbaik di dunia hingga saat ini.

1. Julio Caesar de Espindola

Kiper Timnas Brasil yang saat ini menjadi selalu jadi pilihan utama di Inter Milan. Pada tahun 2009, IFFHS menobatkanya sebagai kiper terbaik ketiga di dunia, setelahIker Casillas dan Gianluigi Buffon . Dia juga dianugerahi gelar kiper terbaik Serie A Kiper Tahun 2009. Masuk nominasi Ballon d'Or 2009 dan satu-satunya nominasi dari posisi kiper selain Iker Casillas.