City boleh kalah dari United pada Manchester Derby akhir pekan lalu via
gol salto spektakuler Rooney. Tapi bagi Joe Hart, laga itu tetap
spesial. Itulah penampilan ke-100 nya bersama Manchester City.
Karir Joe Hart bermula pada 2003 di klub kota kelahirannya,
Shrewsbury Town. Konon, awalnya Hart adalah pemain kriket, tapi lebih
memilih sepakbola, khususnya kiper, mengingat tubuh jangkungnya
setinggi 196 cm.
Musim panas 2006, Hart yang saat itu bermain untuk Inggris U-19 resmi
gabung Manchester City dengan bayaran 600 ribu pounds. Hingga kini,
Hart adalah rekor transfer termurah (selain pemain free transfer) di
skuad Galacticos-nya Roberto Mancini.
Debut Hart untuk City adalah lawan Sheffield United, Oktober 2006. Ia
menggantikan Andreas Isaksson dan Nicky Weaver yang cedera dan
langsung mencatat clean sheet.
Karena dianggap masih ‘hijau’, oleh pelatih City saat itu, Sven Goran
Eriksson, Hart hanya dimainkan di kompetisi ‘Micky Mouse Cup’ alias
Piala Liga.
Potensi Hart justru terlihat ketika City mengalahkan Bristol City dan
Nowich, dua-duanya clean sheet. Hart kemudian menjadi pilihan utama
Eriksson hingga akhir musim 2006-07.
Namun karena kalah bersaing dengan Isaksson, Hart kemudian
dipinjamkan ke Tranmere Rovers dan Blackpool sepanjang musim 2007/08.
Agustus 2008, Hart kembali tampil impresif mengawal gawang City di
Piala UEFA menghadapi Midtjylland. Ia menjadi pahlawan City saat adu
penalti.
Kedatangan Shay Given pada Januari 2009 membuat Hart harus rela
kembali jadi cadangan dan kemudian dipinjamkan ke Birmingham City
sepanjang musim 2009/10.
ENGLAND #1: Dari pemain buangan, Joe Hart sekarang adalah kiper nomor satu Inggris
Di St. Andrews, Hart justru membuktikan kualitasnya sebagai kiper
papan atas Premier League dan kiper masa depan Inggris. Ia masuk dalam
Tim Terbaik EPL 2009/10.
Kiprah hancur-hancuran Inggris di Piala Dunia 2010 serta performa Rob
Green dan David James yang jadi lelucon di Afrika Selatan membuat
Fabio Capello resmi mendapuk Hart sebagai kiper nomor satu The Three
Lions sejak musim panas 2010.
Saat itu Hart ‘pulang’ dari masa pinjamannya di Birmingham. Ia bahkan
langsung jadi pilihan utama Mancini dan menggusur kiper kawakan Shay
Given.
Dengan skuad megabintang ratusan juta dolar milik City, perjalanan
karir Hart menjadi salah satu yang paling menarik disimak. Di
Eastlands, Hart membangun reputasinya dari nol, jauh sebelum Sheikh
dari tanah Arab datang menguasai City dengan membawa pundi-pundi uang
yang seolah tak pernah habis.
Kini, Sheikh pun telah melupakan Casillas atau Buffon, karena City sudah punya Joe Hart!
Jejak Karir Seorang Joe Hart
You can leave a response.
Post a Comment